Ternyata Begini Tips Mengolah Makanan Penurun Darah Tinggi yang Tepat

Ternyata Begini Tips Mengolah Makanan Penurun Darah Tinggi yang Tepat

Hipertensi atau tekanan darah tinggi termasuk dalam kondisi kesehatan yang cukup berbahaya, karena angka kematian akibat penyakit ini cukup tinggi di Indonesia. Hipertensi juga dapat menyebabkan komplikasi kesehatan dan dapat meningkatkan risiko penyakit stroke dan jantung. Sebagai langkah pencegahan, Anda dapat mengonsumsi makanan penurun darah tinggi.

Tak sembarang mengolah, karena bagi para penderita hipertensi terdapat beberapa pantangan yang sebaiknya dihindari agar tidak memperparah kondisi kesehatan. Lalu bagaimana cara pengolahan makanan yang tepat bagi para penderita darah tinggi?

Kurangi Natrium atau Garam

Para penderita hipertensi dianjurkan untuk mengurangi makanan yang banyak mengandung natrium atau garam, jika pun ingin mengonsumsi makanan-makanan bercitarasa asin dan gurih, dapat menggunakan garam dengan takaran yang sedikit. Karena semakin sedikit garam yang Anda konsumsi, maka akan semakin baik pula kontrol tekanan darah Anda.

Anda dapat membuat catatan mengenai makanan apa saja yang Anda makan dan hitung jumlah garam yang terkandung di dalamnya. Anda dapat mengurangi takaran garam menjadi 2300 miligram atau sekitar 1 sendok teh setiap harinya. Selain itu penting untuk selalu membaca label nutrisi, terlebih takaran natrium yang terkandung dalam makanan tersebut.

Tak hanya itu, Anda dapat memilih makanan yang “daily value” sodiumnya 5% atau dibawahnya. Sebagai pengganti garam, Anda dapat menggunakan rempah-rempah seperti ketumbar, bawang merah, bawang putih, jahe, serai, dan rempah alami lainnya.

Perhatikan Porsi Makan dan Asupan Kalori

Yang tak kalah penting dalam tips mengolah makanan penurun darah tinggi adalah memperhatikan porsi makan serta asupan kalorinya. Karena makanan dalam porsi besar tentu asupan kalorinya juga tak kalah besar, dan kondisi ini dapat memicu obesitas atau kelebihan berat badan yang dapat berdampak pada hipertensi.

Anda harus memperhatikan dengan seksama menu yang Anda konsumsi sehari-hari, bila perlu catat apa saja makanan yang Anda konsumsi beserta takaran porsinya. Dengan memperhatikan porsi makan dan mengurangi kalori, Anda dapat mengontrol tekanan darah dan juga membantu mengontrol berat badan.

Jangan Memasak Sayuran Terlalu Lama

Mengolah makanan khususnya sayuran bagi para penderita hipertensi sebaiknya tak perlu dimasak terlalu lama. Masaklah sayuran dengan tingkat kematangan pas, masih terlihat lembut dan rasanya pun masih cenderung “renyah”. Jangan sampai sayuran terlihat lembek karena memasak sayuran terlalu lama dapat berakibat pada hancurnya pigmen warna makanan.

Tak Lupa untuk Mengurangi Alkohol dan Kafein

Alkohol serta kafein yang dikonsumsi berlebihan dapat mendatangkan pengaruh buruk bagi tubuh, salah satunya dapat meningkatkan tekanan darah serta kadar gula darah dalam tubuh. Jika tekanan darah maupun gula darah Anda tinggi setelah mengonsumsi kopi, makan batasi asupan kafein dengan mengurangi menjadi 2 cangkir kopi atau 200 miligram per hari.

Bagi pria, kurangi alkohol dengan mengonsumsi maksimal 2 gelas saja per harinya. Lalu untuk wanita, batasi konsumsi alkohol maksimal 1 gelas saja setiap harinya.

Bagaimana, kini Anda sudah mengerti bagaimana mengolah makanan penurun darah tinggi yang tepat, bukan? Semoga informasi ini bermanfaat.